Jumat, 29 April 2016

Pembangunan Berkelanjutan Dan Berwawasan Lingkungan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Pembangun merupakan upaya pengelolaan lingkungan hidup yaitu proses pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan memanfaatkan teknologi.Pembangunan dilaksanakan untuk mencapai keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam lingkungan hidup untuk mencapai tujuannya yaitu taraf hidup yang lebih baik. Pemanfaatan sumber daya lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan nasional harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan berupa pemulihannya. Artinya perubahan lingkungan itu semata-mata dilaksanakan dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan atau kemampuan ekosistem mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya.
 Konsep pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia adalah pembangunaan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan, yaitu pembangunan yang berupaya memenuhi kebutuhan masa kini (generasi sekarang) tetapi tidak mengurangi kesempatan generasai yang mendatang memenuhi kebutuhannya misalnya, melakukan reboisasi tebang pilih. Oleh karena itu, pembangunan berwawasan lingkungan bersifat lintas generasi.
 Konsep sentral Pembangunan Berwawasan lingkungan adalah pelestarian atau konservasi lingkungan, yaitu upaya yang dilaksanakan untuk mempertahankan fumgsi lingkungan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan umat manusia dan tidak mengalami kerusakan atau habis terkuras.
Menurut Otto Sumarwoto (1989) Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan tempat tinggal kita merupakan contoh yang paling mudah kita amati. Di dalamnya antara lain ada burung, kucing, ayam, kupu-kupu bahkan cacing atau belatung terdapat di sekitar kita.
Pembangunan berkelanjutan erat kaitannya dengan pembangunan berwawasan Lingkungan. jadi Pembangunan berwawasan lingkungan pada hakikatnya merupakan pembangunan lestari.Pembangunan lestari yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup,termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan,kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa datang.Dari segi lingkungan, pembangunan berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai gabungan antara pembangunan dan kemajuan dengan usaha untuk memelihara lingkungan agar sumber-sumber daya alam di sekitar kita, seperti sumber air, hutan, tanah, udara, energi, mineral, dan lain-lain yang telah digunakan tidak hilang dan musnah sehingga dapat digunakan kembali.
Dalam proses pembangunan yang berwawasan lingkungan, penggunaan sumber-sumber daya alam yang tersedia senantiasa mempertimbangkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya alam itu sendiri. Penggunaan sumber daya alam secara semena-mena dan rakus oleh manusia, suatu ketika akan menimbulkan kesulitan besar bagi manusia, terutama generasi yang akan datang. Orang-orang tertentu yang hanya memikirkan keuntungan pribadi semata, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada orang lain dan generasi di kemudian hari.
Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan proses pembangunan yang senantiasa memadukan proses pembangunan dengan potensi lingkungan. Pembangunan tidak akan dapat tercapai dan berkembang apabila kemampuan lingkungan terus mengalami kemerosotan. Demikian pula halnya lingkungan tidak akan dapat dilindungi dan dipelihara apabila pembangunan di suatu negara itu rendah kualitasnya sehingga tidak mempunyai cukup dana dan teknologi untuk menjaga, dan memelihara lingkungan. Antara pembangunan dengan pemeliharaan lingkungan merupakan dua hal yang harus berjalan seiring.

1.2.     Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      bagaimana pengertian lingkungan hidup ?
2.     bagaimana interaksi unsur-unsur lingkungan?
3.      bagaimana bentuk kerusakan lingkungan hidup dan cara mengatasinya?
4.     bagaimana usaha pelestarian lingkungan hidup?
5.   bagaimana hakekat pembangunan berkelanjutan dan cirri-cirinya?


1.3.     Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      untuk mengetahui pengertian lingkungan hidup!
2.     untuk mengetahui interaksi unsur-unsur lingkungan!
3.     untuk mengetahui bentuk kerusakan lingkungan hidup dan cara mengatasinya!
4.     untuk mengetahui usaha pelestarian lingkungan hidup!
5.    untuk mengetahui hakekat pembangunan berkelanjutan dan cirri-cirinya!









BAB II
PEMBAHASAAN
Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan.
         Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Untuk mengetahui lebih jauh, dalam bab ini akan diuraikan tentang lingkungan hidup dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
2.1. Pengertian  Lingkungan Hidup
         Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bab 1 Pasal 1 merumuskan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
         Dengan penjelasan itu bahwa lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang membentuk suatu wilayah yang disebut dengan ekosistem. Di dalamnya meliputi lingkungan alam hayati, nonhayati, dan lingkungan buatan serta lingkungan sosial. Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan adalah ekologi.
         Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan hidup alamiah dan lingkungan hidup buatan..
1. Lingkungan Hidup Alamiah
         Lingkungan hidup alamiah adalah suatu sistem yang amat dinamis yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan, makhluk hidup, dan komponen-komponen abiotik lainnya, tanpa adanya dominasi campur tangan manusia. Interaksi yang terjadi di dalam lingkungan alamiah dan sekitarnya membentuk suatu ekosistem. Salah satu contoh lingkungan hidup alamiah, yaitu hutan prime
         Dalam lingkungan alamiah ini terjadi interaksi antarkomponen lingkungan, pertukaran energi dan materi, dan pergantian komunitas tumbuhan dan hewan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh peristiwa alam, seperti gempa, kebakaran hutan, banjir, dan pergantian iklim. Pergantian alamiah dalam lingkunan hidup alamiah dapat terjadi berkali-kali, namun akhirnya selalu membentuk komunitas yang stabil. Sebaliknya, pergantian dalam hutan primer yang terjadi akibat kegiatan manusia, seperti penebangan hutan, perladangan berpindah, pertambangan, pembukaan hutan untuk pertanian, dan perkebunan menyebabkan lingkungan hidup alamiah menjadi lingkungan hidup binaan.
2. Lingkungan Hidup Buatan atau Binaan
         Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup alamiah yang sudah didominasi oleh kehadiran manusia. Lingkungan hidup binaan ini dapat terbentuk karena kebutuhan hidup manusia dengan jumlah penduduk yang makin meningkat memaksa manusia mengubah lingkungan hidup alamiah. Dalam proses membentuk lingkungan hidup binaan ini, manusia menghasilkan limbah. Oleh karena itu, lingkungan hidup binaan selalu ditandai oleh timbulnya limbah yang membawa dampak bagi kehidupan manusia, baik dampak fisik, hayati, sosial maupun dampak yang terasa langsung oleh manusia itu sendiri.
2.2.Intruksi  Unsur-Unsur Lingkungan
         Manusia hidup di muka bumi ini berkembang dan berinteraksi dengan lingkungan. Kehidupannya dimulai dari yang paling sederhana, yaitu merupakan bagian dari lingkungan, kemudian mulai manusia melepaskan diri dari lingkungan dengan jalan mengolah lingkungan, sampai berusaha membina lingkungan. Manusia bagian dari lingkungan guna memenuhi kebutuhan hidupnya terutama bahan makanan, hanya terbatas pada segala sesuatu yang terdapat di dalam lingkungan, sehingga tidak ada usaha untuk memproduksi bahan makanan yang dibutuhkan. Sejalan dengan pertumbuhan manusia yang terus bertambah, lingkungan semakin terbatas dalam menyediakan bahan yang dibutuhkannya. Apalagi, di antara manusia di dalam lingkungan yang sama terjadi persaingan dalam memperebutkan ruang hidup dan sumber daya.
Secara garis besar, unsur lingkungan hidup dibagi menjadi tiga, yaitu biotik, abiotik dan sosial budaya.
1. Unsur biotik
         Unsur biotik adalah segala makhluk hidup yang terdapat di sekitar kita, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan binatang. Baik yang terdapat di atas tanah maupun yang terdapat di dalam tanah.
2. Unsur abiotik
         Unsur abiotik adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar kita yang berwujud benda-benda mati seperti tanah, air,udara, mineral, gas, energi dan sinar matahari.
3. Unsur-unsur sosial budaya
         Unsur-unsur sosial budaya adalah segala sesuatu yang berasal dari hasil pikiran dan akal budi manusia, unsur-unsur budaya termasuk di dalamnya semua ciptaan manusia seperti gudang-gudang, jalan-jalan, kendaraan bermotor, industri dan sebagainya termasuk pranata-pranata yang terbentuk melalui proses berpikir manusia.
Di dalam suatu komunitas, komponen-komponen lingkungan tersebut saling berhubungan, bahkan saling memengaruhi. Keadaan yang demikian, secara alamiah menjamin kelangsungan makhluk hidup di permukaan bumi. Dalam hubungan ini, suatu komponen lingkungan baik biotik maupun abiotik menjadi lingkungan bagi makhluk hidup. Apakah ia menjadi bahan makanan atau menyuplai energi.
         Di dalam kehidupan manusia, senantiasa terjadi interaksi timbal balik sistem social yang dipengaruhi latar belakang budaya dan sistem biofisik atau ekosistem. Hubungan timbal balik yang erat antara dua subsistem itu dapat berjalan dengan baik dan teratur karena adanya arus energi. Energi, materi, dan informasi, misalnya energi yang diperlukan untuk melakukan kerja.
         Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aspek latar belakang social ekonomi dan budaya manusia dapat memengaruhi perilaku manusia dalam memperlakukan alam lingkungan sekitarnya. Dengan perkatan lain, manusia dapat dianggap sebagai pengontrol program ekosistemnya. Sebaliknya, karena pengaruh lingkungan biofisik sekitarnya, manusia harus melakukan penyesuaian diri terhadap sifat lingkungan sekitarnya untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Hubungan sistem sosial dan biofisik tersebut sangat dinamis setiap waktu. Karena itu, jika ada perubahan pada sistem sosial masyarakat secara otomatis akan mengakibatkan perubahan pula pada sistem biofisik.
2.3. Bentuk Kerusakan  Lingkungan Hidup Dan Cara Mengatasinya
         Masalah lingkunngan hidup telah menjadi perhatian dunia secara global. Hal tersebut dikarenakan oleh berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai negara yang semakin parah, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup, di antaranya disebabkan oleh berbagai kegiatan industri modern yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta disebabkan dampak negatif dari kemiskinan. Berbagai masalah kerusakan lingkungan yang banyak terjadi antara lain, kerusakan hutan, erosi tanah, kepunahan satwa liar, kepunahan tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.
         Untuk lebih mendalami tentang bentuk-bentuk kerusakan lingkungan beserta factor penyebabnya, perhatikan uraian berikut ini.
1. Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
         Bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam, seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya. Letusan gunung api sering terjadi di berbagai belahan bumi yang merupakan jalur gunung api, seperti Indonesia. Peletusan gunung api ada yang lemah dan ada yang kuat. Makin kuat letusan gunung api, makin besar kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.
         Kejadian banjir sering pula disertai dengan tanah longsor telah mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan kehidupan. Banjir telah mengakibatkan daerah permukiman dan pertanian terendam sehingga banyak tanaman-tanaman mati, jalan-jalan longsor, jembatan hancur, dan sebagainya. Adapun kerusakan lingkungan hidup di tepi pantai disebabkan oleh adanya abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh air laut yang terjadi secara alami. Peristiwa gempa bumi merupakan kekuatan alam yang berasal dari dalam bumi dan dapat menyebabkan getaran di permukaan bumi. Gempa bumi sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
         Proporsi kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia sebetulnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam. Bentuk keruskan lingkungan yang disebabkan oleh manusia di antaranya pencemaran sungai oleh limbah industri, penebangan hutan secara massal dan ilegal, dan sebagainya.
         Penebangan-penebangan hutan untuk keperluan industri, lahan pertanian, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya telah menimbulkan kerusakan lingkungan hidup yang luar biasa. Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi menyebabkan timbulnya lahan kritis, ancaman terhadap kehidupan flora dan fauna, dan kekeringan.
Pencemaran lingkungan dapat terjadi terhadap air, tanah, dan udara. Pada umumnya, pencemaran air dan tanah terjadi karena pembuangan limbah-limbah industri dan biasanya terjadi di perkotaan. Adapun pencemaran terhadap udara terjadi karena hasil pembakaran bahan bakar.
         Kasus-kasus pencemaran perairan telah sering terjadi karena pembuangan limbah industri ke dalam tanah, sungai, danau, dan laut. Kebocoran-kebocoran pada kapal-kapal tanker dan pipa pipa minyak yang menyebabkan tumpahan minyak ke dalam perairan menyebabkan kehidupan di tempat itu terganggu, banyak ikan-ikan yang mati, tumbuh-tumbuhan yang terkena genangan minyak pun akan musnah pula. Masyarakat yang mempunyai mata pencarian menangkap ikan seperti nelayan terimbas pula dampak negatifnya, yaitu berkurangnya jumlah tangkapan ikan yang mereka peroleh.
         Masalah lain yang muncul adalah perladangan hutan secara liar oleh penduduk. Akibatnya keanekaan flora dan fauna hutan menurun drastik, serta manfaat hutan bagi manusia pun terganggu bahkan hilang sama sekali.
2.4. Usaha Pelesetarian Lingkungan Hidup.
 Kerusakan lingkungan hidup bila tidak segera diatasi, suatu saat akan menimbulkan malapetaka besar bagi manusia. Dewasa ini berbagai organisasi lingkungan hidup baik yang berskala internasional, nasional, dan daerah, tidak henti-hentinya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup untuk keselamatan manusia di masa kini maupun di masa akan datang. Di samping organisasi lingkungan hidup, pemerintah di masing-masing Negara pun telah banyak melakukan berbagai usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, termasuk di antaranya Indonesia.
Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut.
a. Bidang kehutanan
         Usaha yang dilakukan di bidang kehutanan adalah:
1) melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul;
2) penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari;
3) memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar dan memberikan hukuman yang berat kepada pelanggar;
4) memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari;
5) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang perlindungan dan pemeliharaan hutan serta menegakkannya secara konsisten
b. Bidang pertanian
         Usaha yang dilakukan di bidang pertanian adalah:
1) melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola pertanian yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan;
2) mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya;
3) pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil;
4) pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman;
5) mengurangi pemakaian pestisida karena pestisida dapat mencemari air dan tanah;
6) menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama;
7) mengoptimalkan peran serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
c. Bidang industri
         Usaha yang dilakukan di bidang industri adalah:
1) melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai, seperti kertas, plastik, aluminium, besi, dan sebagainya;
2) mengembangkan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan;
3) mendirikan kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk;
4) melakukan netralisasi limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan;
5) untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (karbon monoksida) dan CO2(karbondioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya;
6) mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahani, dan sebagainya;
7) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang pemetaan wilayah industri.
d. Bidang perairan
         Usaha yang dilakukan di bidang perairan adalah:
1) melarang keras pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut;
2) melarang pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikanikan;
3) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang penangkapan ikan di sungai atau laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya.
2.5. Hakekat Pembangunan Berkelanjutan Dan Ciri-cirinya
Pembangunan berkelanjutan erat kaitannya dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Apakah yang dimaksud dengan pembangunan berwawasan lingkungan itu? Pembangunan berwawasan lingkungan pada hakikatnya merupakan pembangunan lestari. Pembangunan lestari yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa datang. Dari segi lingkungan, pembangunan berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai gabungan antara pembangunan dan kemajuan dengan usaha untuk memelihara lingkungan agar sumber-sumber daya alam di sekitar kita, seperti sumber air, hutan, tanah, udara, energi, mineral, dan lain-lain yang telah digunakan tidak hilang dan musnah sehingga dapat digunakan kembali. Dalam proses pembangunan yang berwawasan lingkungan, penggunaan sumbersumber daya alam yang tersedia senantiasa mempertimbangkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya alam itu sendiri. Penggunaan sumber daya alam secara semena-- mena dan rakus oleh manusia, suatu ketika akan menimbulkan kesulitan besar bagi manusia,terutama generasi yang akan datang. Orang-orang tertentu yang hanya memikirkan keuntungan pribadi semata, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada orang lain dan generasi di kemudian hari.Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan proses pembangunan yang senantiasa memadukan proses pembangunan dengan potensi lingkungan. Pembangunan tidak akan dapat tercapai dan berkembang apabila kemampuan lingkungan terus mengalami kemerosotan. Demikian pula halnya lingkungan tidak akan dapat dilindungi dan dipelihara apabila pembangunan di suatu negara itu rendah kualitasnya sehingga tidak mempunyai cukup dana dan teknologi untuk menjaga, dan memelihara lingkungan. Antara pembangunan dengan pemeliharaan lingkungan merupakan dua hal yang harus berjalan seiring. Pembangunan yang tidak memerhatikan lingkungan dan tidak berorientasi kepada masa depan harus dihindari. Karena, manusia sebagai makhluk sosial dan berakal tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri dan sesaat, tetapi juga harus memikirkan kepentingan orang lain dan generasi mendatang. Pembangunan berwawasan lingkungan memliki beberapa ciri-ciri, di antaranya sebagai berikut:
1) mengutamakan kualitas hidup dan berorientasi jangka panjang sehingga dapat dirasakan oleh semua generasi;
2) senantiasa memadukan antara pembangunan dan pemeliharaan lingkungan;
3) memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara bijaksana. Adapun sumber daya alam yang dapat diperbarui, terjamin ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitasnya;
4) memerhatikan kemampuan ekologi alam sekitar serta potensi yang terkandung dalam lingkungan
5) tidak mengorbankan unsur-unsur lingkungan untuk tujuan pembangunan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
         Pembangunan berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai gabungan antara pembangunan dan kemajuan dengan usaha untuk memelihara lingkungan agar sumber-sumber daya alam di sekitar kita, seperti sumber air, hutan, tanah, udara, energi, mineral, dan lain-lain yang telah digunakan tidak hilang dan musnah sehingga dapat digunakan kembali.















GEOGRAFI PARIWISATA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Setiap gejala dipermukaan bumi mengalami gerakan. Gerakan objek atau gejala yang tampak jelas misalnya gerakan awan, air mengalir, angin, batuan, dan tanah oleh manusia, gerakan barang, orang melakukan kerja, gerakan arus laut oleh angin dan sebagainya. Gerakan ini menjadi kajian Geografi untuk dapat memahami bagaimana latar belakang terjadinya suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi dan dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain.
Lokasi adalah konsep Geografi terpenting, karena lokasi dapat menunjukkan posisi suatu tempat, benda atau gejala dipermukaan bumi. Lokasi dapat menjawab pertanyaan dimana (where) dan mengapa disana (why) tidak di tempat lain. Ada dua komponen lokasi yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat bila dibandingkan dengan tempat dimana kita berada; sedangkan jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut.
Secara sosial budaya Indonesia merupakan tempat yang strategis, karena berada di daerah persilangan antara dua budaya yang berbeda yaitu Asia dan Australia. Kedua benua tersebut mempunyai kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda. Bagi orang yang bergerak dalam bidang pariwisata wawasan tentang lokasi relatif ini sangat penting, tidak hanya dalam hal menentukan penawaran dan permintaan wisata, tapi juga dalam menyusun jadwal perjalanan, waktu tempuh, kondisi kelelahan fisik, menentukan tempat – tempat yang akan dikunjungi yang disesuaikan dengan lamanya waktu libur wisatawan dan harga paket perjalanan.
Hubungan antar tempat dalam kepariwisataan mutlak adanya. Wisatawan datang ke suatu tempat pada dasarnya ingin menikmati suasana alam dan budaya yang menarik. Dalam berinteraksi, menimbulkan pengaruh baik terhadap wisatawan itu sendiri maupun penduduk yang dikunjunginya. Wisatawan mempunyai kesan puas atau tidak puas, ini akan berdampak pada interaksi selanjutnya.

B.     Rumusanmasalah
1.      Apafungsidarigerakdanaliranwisatawan ?
2.      Mengapalokasisangatberperanpentingdalamgerakdanaliranwisatawan ?
3.      Faktorapasaja yang mempengaruhihubungantimbalbalikdalamgerakdanaliranwisatawan ?
C.    Tujuanmasalah
1.       Kita dapatmemahamifungsidarigerakdanaliranwisatawan.
2.      Kita dapatmemahamiperanpentinglokasidalamgerakdanaliranwisatawan.
3.      Kita dapatmemahamifaktor yang mempengaruhihubungantimbalbalikdalamgerakdanaliranwisatawan.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Gerakan aliranwisatawan
Setiap gejala dipermukaan bumi mengalami gerakan. Gerakan objek atau gejala yang tampak jelas misalnya gerakan awan, air mengalir, angin, batuan, dan tanah oleh manusia, gerakan barang, orang melakukan kerja, gerakan arus laut oleh angin dan sebagainya. Gerakan yang tidak tampak misalnya gerakan panas dari lintang rendah (ekuator) ke lintang tinggi, gerakan informasi, ide atau gagasan. Gerakan ini menunjukkan adanya interaksi antara satu objek ke objek lain, antara satu tempat ke tempat lain.
Gerakan ini menjadi kajian Geografi untuk dapat memahami bagaimana latar belakang terjadinya suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi dan dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain. Gerakan manusia semakin tampak jelas dari semakin padatnya jalur transportasi dan komunikasi yang menghubungkan berbagai tempat di permukaan bumi. Adanya globalisasi peradaban dunia merupakan suatu bukti kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi, sehingga dunia demikian transparan, faktor jarak dan waktu bukan lagi suatu masalah. Setiap hari, bahkan setiap menit orang dapat berkomunikasi dengan tempat lain di dunia. Dalam skala besar, pariwisata dan perdagangan internasional menunjukkan bahwa tidak ada negara yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam bidang-bidang tertentu satu sama lain akan saling bergantung.
Dalam pariwisata, gerakan menunjukkan adanya daerah yang minus dan surplus akan sumberdaya wisata. Mengetahui gerakan dan aliran wisatawan di suatu obyek wisata sangat penting fungsinya untuk :
a)      Mengetahui sejauhmana daya tarik wisata dimiliki oleh suatu obyek
b)      Mengikuti perubahan gerakan dan aliran wisatawan berdasarkan periode waktu tertentu,untuk mengetahui perkembangan dan kecenderungan kepariwisataan di suatu tempatsekaligus memprediksi kemungkinan- kemungkinan yang terjadi di masa yang akan datang.
c)      Bahan perencanaan dan pengembangan daerah tujuan wisata atau objek wisata.
d)     Sumber menganalisis perkembangan segmen pasar, agar pembangunan pariwisata dapat diarahkan secara efektif dan efisien.
e)      Perwilayahan (regionalisasi) konsep yang paling mendasar dari studi geografi adalahregion. Region menjadi objek formal dari Geografi, adapun kajian utamanya adalah berbagai bentuk region dan perubahannya. Regionalisasi pada dasarnya adalah pengumpulan dan pengklasifikasian atau pengelompokkan data ke dalam data yang sejenis.
Dari pengelompokkan tersebut maka akan tampak daerah yang menunjukkan persamaan dan perbedaan. Region pada dasarnya adalah kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat itu dapat berupa karakteristik aspek fisis, manusia, atau gabungan keduanya. Banyak cara untuk menentukan region tergantung kepada kriteria apa yang akan dipergunakan (fisik, sosial, aktivitas ekonomi, budaya, politik, bahasa, agama, etnik, dan sebagainya). Ruang lingkup atau cakupan region pun dapat luas seperti meliputi desa, kota, kabupaten, propinsi, negara, atau himpunan – himpunan internasional.
Region dalam pariwisata, tercermin dari adanya wilayah pengembangan wisata, daerah tujuan wisata dan satuan kawasan wisata. Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) tahun 1997 – 2018, Indonesia dibagi atas enam wilayah pengembangan wisata.Wilayah A meliputi Sumatera dengan Medan sebagai pintu gerbang primernya. Wilayah B meliputi Jawa dengan Jakarta dan Surabaya sebagai pintu gerbangnya. Wilayah C meliputi Bali, NTT, dan NTB dengan Denpasar sebagai pintu gerbangnya. Wilayah D meliputi Kalimantan dengan Balikpapan sebagai pintu gerbangnya. Wilayah E meliputi Sulawesi dengan Menado dan Ujung Pandang sebagai pintu gerbang primernya dan Irian atau Papua wilayah F dengan Biak sebagai pintu gerbangnya. Wilayah pengembangan wisata tersebut dijabarkan kedalam wilayah – wilayah yang lebih kecil dalam 12 TDC (Tourism Development Corporation) yang pelaksanaannya dirinci, seperti Bali dibagi menjadi 24 (SKW) dan Jawa Barat, terbagai menjadi 6 wilayah yaitu A Banten, B Botabek, C Sukabumi, D Bandung E Priangan Timur dan F Cirebon. Kawasan Bandung dibagi atas Kawasan Bandung, Sumedang, Garut, Subang, Purwakarta dan Krawang. Kawasan Bandung terbagi dua Kodya dan Kabupaten, Kabupaten Bandung dibagi lagi menjadi Satuan Kawasan (SKW) Bandung Utara, Bandung Selatan, Bandung Barat dan seterusnya.
Perwilayahan pariwisata nasional tersebut dilatarbelakangi oleh alasan pasar dan keanekaragaman sumberdaya wisata yang tersebar dalam suatu wilayah geografis yang luas. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan pariwisata masa depan Indonesia yang memiliki citra yang jelas, dan untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Pewilayahan dalam RIPPNAS diidentifikasi dengan mempertimbangkan :
a). Kesatuan ruang geografis dengan identitas yang khas
b). Ketersediaan pintu gerbang internasional
c). Memiliki produk andalan yang dapat dipergunakan sebagai tema promosi
d). Memiliki pasar potensial yang jelas
B.     Gerakandanaliranwisatawansangatpentingmenentukanlokasi
Lokasi adalah konsep Geografi terpenting, karena lokasi dapat menunjukkan posisi suatu tempat, benda atau gejala dipermukaan bumi. Lokasi dapat menjawab pertanyaan dimana (where) dan mengapa disana (why) tidak di tempat lain. Faktor pertama yang akan dipertimbangkan, kalau seseorang berkeinginan melakukan perjalanan wisata adalah mempertanyakan ke mana akan pergi (where are you)? berapa jauh jaraknya (how far)? berapa lama (how long)? membawa perlengkapan apa ? dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan itu diperlukan wawasan Geografi tentang lokasi, khusus tentang lokasi absolut, lokasi relatif, jarak, akses, dan karakteristik tempat yang menjadi tujuan wisata.
Lokasi adalah posisi suatu tempat, benda, peristiwa atau gejala dipermukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat, benda gejala, peristiwa lain. Ada dua komponen lokasi yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat bila dibandingkan dengan tempat dimana kita berada; sedangkan jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut. Contoh Bali terletak sebelah Timur Surabaya, arah tersebut berbeda jika si penanya berada di Lombok menjadi di sebelah Barat. Untuk melengkapi wawasan tentang lokasi, maka peta menjadi alat yang sangat diperlukan untuk membantu perjalanan. Agar peta benar-benar dapat memberikan arah bagi perjalanan wisata, hendaknya peta itu memenuhi syarat sebagai peta yang baik, yang terpenting di antaranya adalah ada grid, skala, arah angin, dan legenda.
Dalam Geografi dikenal ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah posisi sesuatu berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Posisi garis lintang dan garis bujur ini sangat penting tidak hanya untuk menentukan posisi tempat dengan tempat, tapi juga erat kaitannya dengan perbedaan iklim dan waktu. Melalui lokasi absolut dapat diketahui jarak dan arah suatu tempat ke tempat lain dipermukaan bumi secara tepat. Dengan bantuan garis lintang dapat menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan tumbuhan, hewan, dan penduduknya secara lebih rinci. Mengetahui perbedaan iklim tersebut, sangat penting untuk menentukan karakter obyek wisata dan penawaran daerah wisata. Contoh salah satu potensi wisata Indonesia adalah iklim tropis. Kapan potensi itu ditawarkan ke Australia, Amerika, atau ke Eropa, semua itu memerlukan wawasan lokasi absolut. Demikian pula kalau orang Indonesia ingin berwisata ke Eropa, Amerika, atau Australia, hendaknya memperhitungkan iklim daerah yang akan dikunjungi. Karena bagaimanapun iklim dapat menentukan atraksi wisata yang dapat dinikmati dan perbekalan yang harus dipersiapkan selama perjalanan.
Garis bujur akan mempengaruhi perbedaan waktu, dengan menghubungkan posisi tempat berdasarkan garis bujur, maka komunikasi dapat berjalan secara efektif. Dalam melakukan kerjasama dengan orang lain yang berbeda negara dan posisi garis bujurnya, harus betul – betul diperhitungkan berapa lama perbedaan waktunya, sehingga tidak menimbulkan salah pengertian.
Lokasi relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi daerah sekitarnya. Kondisi dan situasi disini dapat berupa kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya dan keberadaan transportasi dengan daerah sekitarnya. Seperti Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua, dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia. Secara sosial budaya Indonesia merupakan tempat yang strategis, karena berada di daerah persilangan antara dua budaya yang berbeda yaitu Asia dan Australia. Kedua benua tersebut mempunyai kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda. Bagi orang yang bergerak dalam bidang pariwisata wawasan tentang lokasi relatif ini sangat penting, tidak hanya dalam hal menentukan penawaran dan permintaan wisata, tapi juga dalam menyusun jadwal perjalanan, waktu tempuh, kondisi kelelahan fisik, menentukan tempat – tempat yang akan dikunjungi yang disesuaikan dengan lamanya waktu libur wisatawan dan harga paket perjalanan.
Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah. Suatu tempat dibentuk oleh karakter fisik seperti iklim, jenis tanah, tata air, morfologi, flora dan fauna dan manusia yang hidup di dalamnnya seperti jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan, pendapatan, dan kebudayaan. Nama tempat dapat mencerminkan kondisi atau identitas suatu daerah secara spesifik. Nama tempat berdasarkan konsensus seperti nama gunung, teluk, selat, danau dan sebagainya. Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya, seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan, dan sebagainya. Tempat diformulasikan untuk memberikan suatu pengertian tentang bentuk lahan dan aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti Nusa Dua, Kintamani, Gianyar dan sebagainya.
Semua tempat dipermukaan bumi mempunyai karakteristik tertentu. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat itu dapat tampak dengan jelas atau dapat pula tidak, yang pasti setiap unsur yang ada di tempat itu dapat memberikan karakter tertentu sehingga dapat di bedakan dari daerah lainnya. Dalam menggambarkan atau mengkaji suatu tempat umumnya geografi melihat karakteristik fisik dan manusianya. Karakteristik fisik berasal dari proses – proses yang bersifat alami, seperti proses geologis, hidrologis, atmosfiris dan biologis yang menghasilkan bentuk lahan, tata air, iklim, tanah, vegetasi alami, dan kehidupan faunanya.
Karakteristik manusia adalah semua bentuk pemikiran dan aktivitas manusia sebagai cermin adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Termasuk di dalamnya jumlah dan komposisi penduduk, perkembangan penduduk, mata pencaharian, pola pemukiman, jaringan transportasi dan komunikasi sebagai cermin interaksi manusia dengan sesamanya.Suatu tempat juga dapat dibedakan dari tempat lainnya berdasarkan ideologi, agama, bahasa, dan aktivitas politik. Antara karakter fisis dan manusia terdapat hubungan yang saling pengaruh mempengaruhi. Misalnya keadaan ekonomi penduduk akan mempengaruhi obyek wisata yang dipilih, tingkat pemanfaatan fasilitas wisata dan tingkat kepuasan berwisata. Kondisi alam dimana wisatawan berasal akan menentukan pula kemana ia akan pergi berwisata, misalnya orang Belanda, mempunyai latar belakang alam perairan, mereka cenderung memilih tempat yang bernuansa pegunungan, demikian pula dengan orang Swiss dan Austria. Amerika mempunyai potensi wisata yang banyak, tapi miskin akan atraksi etnik. Semua perbedaan kondisi fisis dan manusia itu melahirkan munculnya arus wisatawan.
Dalam mengkaji suatu tempat kita dapat melihatnya dari dua aspek yaitu site and situation. Situs (site) berkenaan dengan kondisi internal suatu tempat atau daerah, seperti iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya dan segala sumberdaya yang terkandung di dalamnya. Situasi adalah kondisi eksternal suatu tempat atau kondisi suatu tempat bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Contoh Bedugul mempunyai kondisi iklimnya dingin dan sejuk, morfologi dataran tinggi, jenis tanah vulkanis, kehidupan flora dan fauna tertentu, jumlah penduduk, kepadatan, mata pencaharian, perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, pendapatan dan kebudayaannya tertentu pula yang berbeda dengan daerah lain seperti di Negara, atau di Gianyar dan sebagainya. Kondisi eksternal daerah Bedugul berarti kita melihat fungsi dan peranan Bedugul bagi daerah sekitarnya mulai daerah yang paling dekat sampai yang terjauh mulai dari Kabupaten Badung sampai kepada dunia Internasional.
C.    Hubungantimbalbalikwisatawandengansekitarnya
Setiap gejala di permukaan bumi ini, pada dasarnya adalah hasil hubungan timbal balik antara berbagai faktor. Hubungan ini dapat berupa antar faktor fisik, faktor fisik dengan manusia dan antar faktor manusia. Contoh hubungan antar faktor fisik: ketinggian tempat dengan iklim mikro; kemiringan lereng dengan erosi; kesuburan lahan dengan jenis batuan; ketersediaan air tanah dengan curah hujan, jenis tanah, vegetasi penutup lahan, kemiringan lereng dan organisme hidup di atas lahan. Hubungan antara faktor fisik dengan manusia, pemusatan penduduk di daerah subur dan dataran; kesuburan lahan dan iklim dengan jenis usaha tani; bentuk lahan dengan pola jalan. Contoh hubungan antara faktor manusia, manusia adalah individu yang serba tergantung terhadap individu lain, tidak ada manusia yang dapat hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya secara sendiri penuh. Ketergantungan ini tercermin dari adanya masyarakat dengan berbagai aktivitas seperti pariwisata, perdagangan, transportasi, komunikasi, berbagai organisasi sosial, politik, dan kebudayaan.
Hubungan antar tempat dalam kepariwisataan mutlak adanya. Wisatawan datang ke suatu tempat pada dasarnya ingin menikmati suasana alam dan budaya yang menarik. Dalam berinteraksi, menimbulkan pengaruh baik terhadap wisatawan itu sendiri maupun penduduk yang dikunjunginya. Wisatawan mempunyai kesan puas atau tidak puas, ini akan berdampak pada interaksi selanjutnya. Sejauhmana kedatangan wisatawan berpengaruh terhadap penduduk setempat sangat tergantung kepada daya tarik objek wisata, jumlah wisatawan yang berkunjung, lamanya tinggal, dan kondisi ekonomi wisatawan itu sendiri, serta respon penduduk dalam menangkap peluang yang ada.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      DalamGeografi gerakanmerupakan suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi dan dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain.
Dalampariwisatagerakan menunjukkan adanya daerah yang minus dan surplus akan sumberdaya wisata.
2.      Dalam Geografi dikenal ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah posisi sesuatu berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur.Lokasi relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi daerah sekitarnya.
Dalamalirandangerakanpariwisata ada dua komponen lokasi yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat bila dibandingkan dengan tempat dimana kita berada; sedangkan jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut.
3.      Yang dimaksuddenganhubungantimbalbalikdalamgerakdanaliranwisatawanadalahhubunganantarawisatawandenganlingkungansekitar yang di kunjunginyadanbisajugahubungantimbalbalikantarawisatawandengan rasa kepuasanterhadaptempat yang di kunjungi.

B.     SARAN
Makalahinisangatmembutuhkankritikandan saran bagiparapembaca, karenamakalahinimasihbanyakkekurangan, baikdarimateridan kata katanya.Olehkarenaitu, buatpembimbingmatakuliahini, kami sangatmembutuhkanmasukanuntukperbaikanmakalahini, karena kami jugamanusiabiasa yang tidakpernahlipadari kaya khilapdandosa.




DAFTAR PUSTAKA
Albler Ronald, John S. Adamis, and Peter Gould. 1972. Spatial Organization, The Geographer’s View of The World. Prentice Hall International Inc. New York.
Cooper. 1993. The Geography of Travel and Tourism. Heineman. London.
Fridgen Joseph D. 1991. Dimension of Tourism. Education Institute. USA.
Lavery Patrick. 1971. Recreational Geography. Prentice Hall. Canada.
Pearce. 1995. Tourism Today a Geographycal Analysis. Longman. Singapore.
Robinson. 1976. Geography of Tourism. Mac Donald. London.
Tim Konsorsium UI, UGM, ITB, Studi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional Tahap II, 1996/ 1997, Buku I Nasional dan Buku D.
Goeldnerdan McIntosh.1986. Tourism; Principles, Practices, Philosophies, 8th Ed. John Wiley & Sons Inc. USA
NursidSumaatmadja.  1981. StudiGeografi; SuatuPendekatandanAnalisaKeruangan, ITB. Bandung.
Wahab S.  1992. ManajemenKepariwisataan. PradnyaParamita. Jakarta